Syukur alhamdulillah pada hari Sabtu tanggal 29 Agustus 2020 Yayasan Dharma Bangsa Mandiri dapat melaksanakan santunan untuk 100 yatim, yatim binaan YDBM yang ada di dua tempat yaitu di sekitar sekretariat YDBM di Jalan Camat Gabun – Lenteng Agung dan Tapos – Depok. Acara santunan yatim YDBM mengikuti protokol kesehatan WHO untuk covid 19. Yatim adalah tanggung jawab kita bersama sebagai mahluk sosial, tanggung jawab yang dinilai mulia di mata Allah SWT sehingga menghadiahi pahala yang besar untuk yang menyantuninya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakan, yatim berarti tidak memiliki ayah lagi karena ayah meninggal atau wafat. Sedang dalam agama Islam yaitu anak yang ditinggal wafat ayahnya, tetapi usia si anak belum mencapai masa balig. Jadi yang dikatakan yatim adalah anak yang ditinggal wafat ayahnya sampai usia baligĀ  dari satu sampai kurang lebih lima belas tahun tergantung faktor biologis dan faktor kedewasaan nalar pikirannya. Manfaat dari menyantuni anak yatim sendiri yaitu:

1. Mendapatkan kasih sayang dari Allah.

2. Mendapatkan kesehatan jasmani dan rohani.

3. Mendapatkan jaminan masuk surga.

4. Mendapatkan harta yang berlimpah dan berlipatganda.

Sebuah amalan yang luar biasa yang dianugerahkan kepada manusia untuk dikerjakan. Tidak harus kaya dahulu baru berbagi dengan yatim karena sebenarnya dengan menyantuni mereka itu adalah investasi yang sangat menguntungkan bagi kita baik untuk masa hidup kita di dunia apalagi di akhirat. Jangan tunda untuk menyantuni yatim, salurkan melalui YDBM salah satu caranya. Terlebih dalam kondisi wabah covid 19 masih melanda indonesia, bantuan anda sangatlah berarti untuk mereka.

Terima kasih kepada sahabat YDBM yang telah mendukung program santunan berbagi berkah untuk anak yatim ini. Allah SWT yang akan membalas kebaikan sahabat YDBM dan semoga YDBM diberikan kekuatan untuk membesarkan dan mendidik yatim sehingga mereka menjadi generasi yang soleh dan solehah, Amin Ya Rabbal Alamin. Tetap Jaga kebersihan, pakai masker ketika keluar rumah, sering cuci tangan, dan jaga jarak ketika dalam kerumunan.

 

  Kembali ke halaman berita utama